Rabu, 28 September 2016

Pekan Merawat Ingatan Kasus "Munir"

Purwokerto, KilatNews - Kasus Pembunuhan Munir belum tuntas Said Thalib masih belum tuntas sampai saat ini. Negara belum ada itikad untuk menyelesaikan pengungkapan kasusnya. Sudah hampir 12 tahun, pejuang HAM Munir dibunuh dengan racun di atas pesawat Garuda Indonesia dalam perjalanan ke Amsterdam. Kabar kematian Munir mengagetkan publik, terutama keluarga dan sahabat-sahabatnya. Kabar bahwa dia dibunuh, tidak terlalu mengagetkan. Sebagai pejuang HAM yang sering berseberangan dengan posisi pemerintah, dan terutama militer, Munir sering menerima ancaman 'dihabisi'. Semua pegiat HAM di masa rezim otoriter Suharto dan tentara, sadar dengan resiko itu. Pembunuhan Munir terjadi di masa transisi, Megawati yang menjabat Presiden saat itu, kalah dalam pemilu oleh salah satu mantan menterinya, Susilo Bambang Yudhoyono. Tapi SBY baru dilantik bulan Oktober, sehingga selama satu bulan setelah kematian Munir, praktis tidak ada langkah jelas menangani kasus pembunuhan Munir. Apakah indonesia benar menganut sistem demokrasi, apabila masyarakat masih saja menerima kekerasan karena mengkritisi kebijakan negara? Maka dari itu mari ikuri pemutaran dan diskusi film yang berjudul “His Story” “Bunga Dibakar” dan “Kiri Hijau Kanan Merah”
Tempat: Aula Fisip Unsoed
Tanggal: Kamis, 29 September 2016

Waktu: 14.00 WIB
Share:

Keistimewaan HUT Cafe Singgah Coffee and Book Yang Ke Empat Tahun

Purwokerto, KilatNews - Keistimewaan HUT Singgah Coffee and Book ke Empat Tahun
Berdiri sejak empat tahun lalu pada tahun 2012. Singgah Coffee and Book hadir dengan sajiannya yang begitu menarik. Berbagai menu mulai dari makanan pembuka hingga makanan penutup. Tak ketinggalan juga sajian minumannya yang begitu menyegarkan setiap peminumnya
Perayaan hari jadi tentu menjadi momentum yang sangat ditunggu-tunggu bagi siapapun. Tak terkecuali para karyawan Singgah Coffee and Book yang merayakan hari jadi Singgah ke empat tahun.
Salah seorang pegawai bernama Elang memberikan harapannya untuk tempatnya bekerja, “Iya, semoga Singgah bisa makin rame pengunjungnya dan berkembang pesat.”
Kemarin, 27 September para pegawai Singgah Coffe and Book merayakan anniversary nya dengan tertutup dan juga meriah. Bagi mereka, perayaan ulang tahun Singgah ini sangat istimewa dan menjadi hiburan setelah seharian bekerja. 
Share:

Pameran Fotografi 'Refleksi' di Jalan Perjuangan


Purwokerto, KilatNews - Puluhan foto karya anggota Refleksi (Sebuah UKM Fotografi di FISIP Unsoed) dipamerkan di Jalan Perjuangan, FISIP, Rabu (28/09/2016). Pameran yang digelar oleh UKM Refleksi ini mengangkat tema 'Landscape'ini menampilkan foto keindahan alam indonesia. Pameran ini diselenggarakan untuk menarik minat para mahasiswa baru yang ingin mendaftar UKM Refleksi.

Ketua Refleksi, Novita Rusdiyani mengatakan, pameran sudah berlangsung 2 hari mulai Selasa (27/09/2016) dan akan terus dipamerkan hingga Kamis (29/09/2016).

"Pengunjung yang datang ternyata tidak hanya dari kalangan mahasiswa saja, beberapa dosen juga turut mampir melihat karya-karya mahasiswanya" Sambung Novita. (MPL/F1C014017)

Share:

Kakang Mbekayu Banyumas 2016

KILATNEWS.com- Hastina Convention Center Java Heritage Purwokerto disesaki ratusan penonton yang ingin menyaksikan final pemilihan kakang mbekayu Banyumas 2016 pada Selasa, 27 September 2016. Proses yang berlangsung dalam pemilihan kali ini sedikit berbeda, susunan acara selain melaui serangkaian test dan karantina terdapat juga malam keakraban. “Tahun ini memang sedikit berbeda, kita menginginkan para peserta menjadi lebih dekat satu sama lain agar tercipta kolektifitas yang kuat.” kata Kepala Dinas Dinporabudpar.

Selama acara setiap peserta diwajibkan memakai pakaian tradisional Banyumasan, Kucing Anjlok bagi laki-laki dan Beskap Mekak bagi perempuan. Selain itu para penonton juga disuguhi berbagai pertunjukan yang memeriahkan acara seperti live band dengan penyanyi-penyanyi hits Purwoketo, dancer, dan peragaan busana oleh designer lokal Banyumas.

Dalam penentuan juara, para peserta mendapatkan pertanyaan-pertanyaan tentang kebudayaan pariwisata dan kepemerintahan. Pemilihan 10 besar ditentukan dari hasil tes wawancara, tes tertulis dan penilaian selama mengikuti proses berlangsungnya karantina. Setelah itu dikerucutkan lagi menjadi 5 besar, para peserta disuguhi pertanyaan analisis.

Pada akhir acara Pradianta Wijaya Sakti dan Vania Wirawati dinobatkan menjadi pemenang Kakang Mbekayu 2016. Mereka masing-masing berhak mewakili Kabupaten Banyumas dalam ajang pemilhan Mas dan Mbak Jawa Tengah 2016. (F1C014088)


Share:

Kakang Sakti dan Mbekayu Vania dinobatkan menjadi Kakang Mbekayu Banyumas 2016



Purwokerto- Ratusan penonton menjejali Hastina Convention Center Java Heritage Purwokerto untuk menyaksikan final pemilihan kakang mbekayu Banyumas 2016 pada Selasa, 27 September 2016. Setelah melaui serangkaian test dan karantina, 103 finalis Kakang Mbekayu Banyumas tiba pada tahap yang paling dinanti-nanti yaitu final untuk menentukan pemenang Kakang Mbekayu Banyumas 2016.

Selain juara 1, 2, 3, harapan 1, dan harapan 2 berbagai kategori lain yang dilombakan adalah berbusana terbaik, intelegensia, fotogenic, dan favorit. Pradianta Wijaya Sakti perwakilan FISIP UNSOED dan Vania Wirawati perwakilan kedokteran gigi UNSOED didaulat menjadi pemenang Kakang Mbekayu 2016. Mereka masing-masing berhak mewakili Kabupaten Banyumas dalam ajang pemilhan Mas dan Mbak Jawa Tengah 2016.

Mulanya 103 finalis yang terdiri dari 42 kakang dan 61 mbekayu dikerucutkan menjadi 10 besar yang kemudian masing-masing peserta diwajibkan untuk menjawab satu pertanyaan yang sudah disediakan oleh juri.  Persaingan antar 10 besar finalis semakin terasa ketika mereka dikerucutkan lagi menjadi 5 besar kakang dan 5 besar mbekayu. Kelima besar finalis kakang dan mbekayu Banyumas kembali diwajibkan untuk menjawab pertanyaan yang disediakan juri untuk kemudian menjadi unsur penilaian tambahan selain test dan wawancara yang sudah mereka jalani sebelumnya.


Selama acara berlangsung, penonton disuguhi berbagai performance yang memeriahkan acara seperti lantunan lagu dari para solois Purwoketo, dancer, dan peragaan busana oleh designer lokal Banyumas. Hingga pengumuman tiba pada sekiatar pukul 11 malam, penonton tetap antusias menyaksikan gelaran final Kakang Mbekayu 2016 kemarin. (F1C014081)
Share:

Rabu, 21 September 2016

Dinilai sebagai “Pemanis”, Maria Selena diberhentikan sebagai Jubir PON



KILATNEWS.COM – Maria Selena sang mantan Puteri Indonesia 2011 harus rela jabatannya sebagai juru bicara dalam ajang olahraga nasional tersebut.

Berdasarka keputusan Pengurus Besar (PB PON) XIX/2016 Jabar, Maria Selena diberhentikan dan digantikan dengan Perry yang merupakan Kepala Inspektorat Jawa Barat.

“Resmi diganti, hasil evaluasi sekarang posisi juru bicara Pak Perry,” kata Ketua Harian Umum PB PON XIX/2016 Jawa Barat. Keputusan tersebut lantaran Maria hanya dinilai sebagai “Pemanis” saja.

Peran Maria Selena saat sedang menjabat sebagai Jubir PON dinilai kurang berfungsi dengan sebagaimana mestinya. Banyak pertanyaan mengenai PON yang dilontarkan oleh wartawan namun tidak dapat dijawab oleh Maria.

Ajat Sudrajat menilai, sosol Maria Selena lebih tepat dijadikan Duta PON.

Avriasditia Azizah
F1C014029
Share:

RI dan 3 Negara Ini Kerja Sama di Sektor Pariwisata

KILATNEWS.com — Empat negara Indonesia, Malaysia, Philipina dan Brunei Darussalam menjalin kerjasama sektor pariwisata. Kerjasama regional antar wilayah ini diharapkan mampu menjaring wisatawan domestik dan manca negara masing masing negara. Tujuan utama BIMP EAGA adalah membangun sinergitas di antara para pelaku usaha sektor pariwisata. Masing-masing negara bisa berkolaborasi dalam eksploitasi potensi pariwisata yang dimilikinya. Masing masing negara juga berkewajiban membenahi sarana prasarana infrastruktur, sumber daya manusia hingga peningkatan promosi sektor pariwisata.

Kementerian Pariwisata Indonesia sudah menetapkan 10 destinasi utama sektor wisata andalan yang akan mendapatkan perhatian.Fokus utama pariwisata Indonesia adalah promosi eko wisata berbasis keindahan alam tropik di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan Papua. Kalau di Kalimantan adalah hutan alam Kayan Mentarang yang masih asri hingga wisata laut Pulau Derawan.

Kerjasama antara empat negara ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi di daerah perbatasan.Terdapat 15 provinsi Indonesia yang ikut kerjasama yakni Kalbar, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Kaltara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.


Share:
Diberdayakan oleh Blogger.